Mengurangi Kemungkinan Menjadi Pengangguran

thumbnail

Semakin meningkatnya jumlah freshgraduate atau lulusan baru meningkatkan angka permintaan kerja diberbagai bidang. Label pengangguran dapat menambah beban, baik buat kamu yang baru lulus kuliah atau yang sedang masa transisi pindah ke kantor baru.

Banyak upaya yang telah dilakukan pemerintah selama ini dalam mengurang jumlah pengangguran di Indonesia, namun jumlah pengangguran berkurang sedikit dan bisa bertambah lagi di tahun-tahun berikutnya di karenakan tidak seimbangnya jumlah pencari kerja dan lapangan pekerjaan.

Pengangguran merupakan faktor penting dalam pembangunan nasional baik jangka panjang maupun jangka pendek. Pengangguran harus segera di atasi agar ekonomi indonesia bisa lebih baik dan mampu bersaing dengan luar negeri. Pemerintah diharapkan dapat mengatasi pengangguran dengan menyediankan lapangan pekerjaan atau program-program bina usaha untuk masyarakat kecil.

Mengurangi Kemungkinan Menjadi Pengangguran

Tapi dari diri kita sendiri bisa membuat kemungkinan menjadi pengangguran berkurang. Hal yang bisa dilakukan adalah:

  1. Memiliki bidang keahlian yang dikuasai.
  2. Membuat portofolio dijital.
  3. Buat dirimu terlihat di publik.
  4. Mulai membangun pertemanan yang sebenarnya dan hubungan sosial yang baik.
  5. Menjadi Pengusaha kecil-kecilan.

Tanpa kerjasama antara pemerintah dan masyarakat akan sulit mengatasi pengangguran di Indonesia. Berikut adalah beberapa penyebab pengangguran yang umum terjadi di Indonesia selain di Atas.

  1. Pendidikan rendah. Pendidikan yang rendah dpat menyebabkan seseorang kesulitan dalam mencari pekerjaan. Di karenakan semua perusahaan membutuhkan pegawai seminimal SMA.
  2. Kurangnya keterampilan. Banyak mahasiswa atau lulusan SMA yang sudah mempunyai kriteria dalam bekerja,namun dalam teknisnya keterampilannya masih kurang. Sehingga susah dalam mencari pekerjaan.
  3. Kurangnya lapangan pekerjaan. Setiap tahunnya, Indonesia memiliki jumlah lulusan sekolah atau kuliah yang begitu tinggi. Jumlah yang sangat besar ini tidak seimbang dengan lapangan pekerjaan yang ada, baik yang di sediakan oleh pemerintah maupun swasta.
  4. Kurangnya tingkat EQ masyarakat. Tingkat EQ meliputi kemampuan seseorang dalam mengandalikan emosi, yang berpengaruh terhadap keterampilan berbicara/berkomunikasi, bersosialisasi, kepercayaan diri, dan sifat lainnya yang mendukung dalam hidup di masyarakat. Orang yang pandai berkomunikasi dan pandai bersosialisasi lebih mudah mendapatkan pekerjaan di banding orang yang selalu pendiam dan tidak berani mengeksplor potensi diri.
  5. Rasa malas dan ketergantungan diri pada orang lain. Misalnya ada seorang lulusan sarjana yang kemudian tidak mau bekerja dan lebih suka menggantungkan hidup kepada orang tua atau pasangannya bila sudah menikah. Ia termasuk pengangguran, selain itu ia melewatkan peluang untuk menciptakan suatu lapangan pekerjaan bagi orang lain.
  6. Tidak mau berwirausaha. Umumnya sesorang yang baru lulus sekolah/kuliah terpaku dalam mencari pekerjaan, seolah itu adalah tujuan yang sangat mutlak. Sehingga persaingan mencari pekerjaan lebih besar di bandingkan membuat suatu usaha.

Itulah beberapa faktor pengangguran dan hal-hal yang banyak terjadi di Indonesia. Memang cukup sulit untuk mengatasi pengangguran di Indonesia dengan tingkat jumlah penduduk yang begitu besar dan lapangan pekerjaan yang belum merata.

Back To Top